Platform web untuk manajemen antrian rumah sakit real-time, prediksi waktu tunggu, optimasi distribusi pasien, dan dukungan keputusan klinis (CDSS) untuk dokter.
Layanan rumah sakit di Indonesia masih menghadapi:
- waktu tunggu panjang,
- proses pendaftaran kurang efisien,
- informasi antrian yang kurang transparan,
- belum adanya prediksi lonjakan pasien.
Akibatnya, beberapa poli overload, kualitas layanan turun, dan pengalaman pasien memburuk.
Sistem ini dibangun untuk:
- mengelola antrian secara real-time,
- memprediksi estimasi waktu tunggu,
- menyeimbangkan distribusi pasien antar layanan,
- meningkatkan transparansi informasi ke pasien,
- memberi rekomendasi diagnosis awal berbasis gejala melalui CDSS (tetap sebagai alat bantu dokter).
- Bagaimana membuat estimasi waktu tunggu yang akurat?
- Bagaimana mengurangi overload layanan melalui optimasi distribusi pasien?
- Bagaimana meningkatkan transparansi informasi ke pasien?
- Bagaimana merancang CDSS yang efektif tanpa menggantikan peran dokter?
- Data & Analisis: cleaning data, EDA, identifikasi peak hour dan pola durasi layanan.
- Machine Learning: prediksi waktu tunggu (regresi/ML sederhana) dan CDSS berbasis aturan/klasifikasi gejala.
- Backend API: manajemen antrian, pengguna, jadwal, hasil prediksi, dan integrasi mock API (mis. BPJS).
- Frontend:
- Pasien: booking dan tracking antrian,
- Admin: monitoring layanan,
- Dokter: input gejala dan rekomendasi CDSS.
- Integrasi & Deployment: pengujian unit/integrasi dan deployment ke cloud.
- Prediksi waktu tunggu:
MAE,RMSE - CDSS klasifikasi gejala:
Accuracy
- Data masih simulasi (dummy)
- Integrasi BPJS masih mock API
- Fokus pada MVP, belum integrasi penuh HIS/EMR
- Model AI masih dasar (belum training real-time)
- Integrasi sistem eksternal (BPJS, HIS/EMR)
- Peningkatan kualitas model AI
- Analitik operasional layanan kesehatan yang lebih mendalam
Prasyarat: Node.js 20 LTS, pnpm (atau npm), dan instance PostgreSQL (Supabase direkomendasikan).
pnpm installSalin .env.example menjadi .env dan isi nilainya (khususnya DATABASE_URL, DIRECT_URL, dan secret JWT):
cp .env.example .envVariabel penting:
DATABASE_URL— koneksi pooled Supabase (port 6543) untuk runtime.DIRECT_URL— koneksi direct (port 5432) untukprisma migrate.JWT_ACCESS_SECRET,JWT_REFRESH_SECRET— minimal 16 karakter.ML_SERVICE_URL— opsional. Jika kosong, estimasi waktu tunggu pakai heuristik lokal; CDSS SmartQueue juga membutuhkan variabel ini.
pnpm prisma:migrate # membuat skema di database
pnpm prisma:seed # mengisi data dummy (admin, dokter, pasien, poli, jadwal)Akun seed default:
- Admin:
admin@hospital.test/password123 - Dokter:
dr.budi@hospital.test/password123 - Pasien:
pasien1@test.com/password123
pnpm dev # mode watch (tsx)
# atau
pnpm build && pnpm startServer default di http://localhost:3000. Base API: http://localhost:3000/api/v1. Health check: GET /health.
pnpm test # unit test (vitest)
pnpm lint
pnpm formatRingkasan endpoint tersedia di docs/api.md.
Panduan kontribusi tersedia di CONTRIBUTING.md.